APA ITU MODERASI BERAGAMA?

Moderasi adalah jalan tengah. Dalam sejumlah forum diskusi kerap terdapat moderator orang yang menengahi proses diskusi, tidak berpihak kepada siapa pun atau pendapat mana pun, bersikap adil kepada semua pihak yang terlibat dalam diskusi.
Moderasi juga berarti ‘’sesuatu yang terbaik’’. Sesuatu yang ada di tengah biasanya berada di antara dua hal yang buruk. Contohnya adalah keberanian. Sifat berani dianggap baik karena ia berada di antara sifat ceroboh dan sifat takut. Sifat dermawan juga baik karena ia berada di antara sifat boros dan sifat kikir. Contoh paling gamblang adalah ketika seorang pemeluk agama mengafirkan saudaranya sesama pemeluk agama yang sama hanya gara-gara mereka berbeda dalam paham keagamaan, padahal hanya Tuhan yang Maha Tahu apakah seseorang sudah masuk kategori kafir atau tidak. Seseorang yang bersembahyang terus-menerus dari pagi hingga malam tanpa mempedulikan problem sosial di sekitarnya bisa disebut berlebihan dalam beragama. Seseorang juga bisa disebut berlebihan dalam beragama ketika ia sengaja merendahkan agama orang lain, atau gemar menghina figur atau simbol suci agama tertentu. Dalam kasus seperti ini ia sudah terjebak dalam ekstremitas yang tidak sesuai dengan prinsip- prinsip moderasi beragama. Tugas Matakuliah Pendidikan Multikultural Dan Moderasi Beragama

TRANSFORMING ISLAMIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS THROUGH VISIONARY LEADERSHIP

This study explores how strategic leadership can drive institutional transformation towards excellence in Islamic higher education. A qualitative research approach with an ethnographic orientation was adopted, conducted at UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia, over the course of one year, particularly during the university’s national accreditation preparation. Data were collected through three primary methods: participant observation in leadership meetings and quality assurance activities, in-depth interviews with 14 key informants (including university leaders, lecturers, and accreditation staff), and document analysis of institutional strategic plans and accreditation reports. Data analysis employed an inductive thematic procedure, in which interview transcripts, field notes, and institutional documents were analysed to identify emerging themes. The findings reveal that strategic leadership was realised through three key pillars: clear visionary direction, participatory management, and the integration of Islamic humanistic values into institutional governance. Despite facing challenges such as structural fragmentation, limited financial resources, and cultural resistance to change, leadership succeeded in mobilising collective commitment and aligning organisational efforts with accreditation goals. As a result, the university achieved the highest national accreditation rating (A). This study contributes theoretically by contextualising strategic leadership within faith-based educational settings in the Global South and highlighting the importance of moral authority, inclusive communication, and organisational synergy. Practically, the findings offer valuable insights for Islamic university leaders seeking to foster excellence under constrained conditions.TRANSFORMING ISLAMIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS THROUGH VISIONARY LEADERSHIP

DOSEN FAI DAN PSIKOLOGI UMA LAKUKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI YAYASAN MIFTAHUL JANNAH MEDAN

Aside

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Literasi untuk Penguatan Pendidikan Karakter di Yayasan Miftahul Jannah Medan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Literasi untuk Penguatan Pendidikan Karakter di Yayasan Miftahul Jannah Medan” dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2025. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya literasi dalam membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia.Kegiatan ini menghadirkan Dr. M. Abrar Parinduri, MA, Dr. Firmansyah, MA dari Fakultas Agama Islam, serta Dr. M. Fadli Nugraha, M.Psi dari Fakultas Psikologi sebagai pemateri utama. Dalam sesi diskusi yang interaktif, mereka menjelaskan bagaimana literasi dapat menjadi instrumen penting dalam membentuk pola pikir, meningkatkan kecerdasan emosional, dan membangun karakter yang positif bagi remaja. Melalui berbagai contoh dan studi kasus, para peserta diajak untuk memahami bahwa literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, serta mengambil hikmah dari berbagai sumber informasi.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta, termasuk siswa dan tenaga pengajar dari Yayasan Miftahul Jannah. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok, di mana mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka terkait dengan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah bagaimana literasi dapat membantu remaja dalam menghadapi tantangan sosial serta membangun karakter yang lebih baik melalui nilai-nilai keislaman.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga mencakup sesi praktik membaca dan menulis reflektif, di mana peserta diajak untuk menulis esai singkat mengenai pelajaran yang mereka peroleh dari kegiatan ini. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus meningkatkan keterampilan menulis mereka.

Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif bagi peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam memperdalam pemahaman mereka tentang literasi dan pendidikan karakter. Harapannya, melalui kegiatan semacam ini, Yayasan Miftahul Jannah Medan dapat terus mengembangkan program literasi yang berkelanjutan demi menciptakan generasi muda yang cerdas dan berkarakter unggul.